特定技能
技能講習
技術・人文知識・国際業務
Berizin Resmi
Instruktur Berpengalaman
Fasilitas Modern
Penempatan Kerja Terjamin
Dilengkapi dengan teknologi terkini untuk pengalaman belajar optimal
Restoran
Taco Bell
Restoran
Taco Bell
Aki Matsuri: Perayaan Kekayaan Budaya dan Hasil Panen Musim Gugur di JepangJepang dikenal dengan perayaan dan festival tradisionalnya yang berlimpah, dan musim gugur tidak terkecuali. Festival musim gugur secara umum dikenal dengan nama Aki Matsuri (秋祭り), di mana Aki (秋) berarti 'musim gugur' dan Matsuri (祭り) berarti 'festival'. Aki Matsuri bukan merujuk pada satu acara tunggal, melainkan istilah umum untuk berbagai festival yang diadakan di seluruh Jepang pada musim gugur, umumnya berfokus pada ucapan syukur atas hasil panen yang melimpah dan berdoa untuk berkah di masa depan.Makna dan TradisiSecara historis dan spiritual, Aki Matsuri berakar kuat dalam tradisi Shinto dan Buddha. Ini adalah masa di mana masyarakat berterima kasih kepada kami (dewa/roh) atas panen padi, gandum, dan hasil bumi lainnya yang sukses. Selain upacara syukur, beberapa festival juga menyertakan ritual untuk membersihkan diri dari kesalahan di masa lalu dan memohon perlindungan.Beberapa elemen umum yang sering ditemukan dalam Aki Matsuri meliputi:Prosesi Mikoshi: Sebuah kuil mini atau tandu suci (mikoshi) yang dipercaya menjadi tempat bersemayam sementara para kami diarak melalui jalan-jalan. Prosesi ini seringkali meriah dan penuh energi, diiringi teriakan penyemangat dan musik tradisional.Kereta Hias (Yatai atau Danjiri): Beberapa daerah, seperti Takayama dan Kishiwada, terkenal dengan kereta hias megah yang dihias dengan ukiran rumit, boneka mekanik (karakuri ningyo), atau lampion. Kereta ini diarak, dan di beberapa festival seperti Kishiwada Danjiri Matsuri, kereta tersebut dibawa dengan kecepatan tinggi dalam atraksi yang mendebarkan.Tarian dan Pertunjukan Tradisional: Berbagai pertunjukan, seperti tarian tradisional, pertunjukan genderang Taiko, dan drama/musik kuno (Kagura), ditampilkan untuk menghibur para dewa dan peserta festival.Ritual Api: Di beberapa kuil, seperti Tanukidani-san Fudō-in Temple di Kyoto, Aki Matsuri melibatkan ritual api suci. Pengunjung menuliskan permohonan mereka di papan kayu yang kemudian dilemparkan ke api suci oleh para biksu sebagai bentuk pembersihan dan permohonan berkah.Contoh Festival Musim Gugur PopulerMeskipun secara umum disebut Aki Matsuri, setiap festival memiliki keunikan lokalnya sendiri:Takayama Autumn Festival (Prefektur Gifu): Dianggap sebagai salah satu festival terindah di Jepang, menampilkan kereta hias (yatai) yang mewah dan pertunjukan boneka mekanik yang kompleks. Diadakan setiap 9-10 Oktober.Kishiwada Danjiri Matsuri (Prefektur Osaka): Salah satu festival paling bersemangat dan berbahaya, di mana tim-tim berlomba mengarak dan memutar kereta hias kayu besar (danjiri) dengan kecepatan tinggi melalui jalan-jalan sempit. Diadakan pada pertengahan September.Jidai Matsuri (Kyoto): Festival tanggal 22 Oktober ini terkenal dengan parade bersejarah besar yang menampilkan kostum dari berbagai periode sejarah Jepang, seolah membawa penonton kembali ke masa lampau.Tsukimi (Festival Memandang Bulan): Meskipun bukan matsuri dalam arti tradisional yang meriah, Tsukimi adalah tradisi musim gugur yang penting untuk menghargai keindahan bulan purnama panen, biasanya dirayakan dengan memakan tsukimi dango (kue beras) dan menghias dengan rumput susuki.Kuliner Khas Musim GugurTak lengkap rasanya festival tanpa makanan khas. Aki Matsuri adalah saat yang tepat untuk menikmati hasil panen musim gugur. Beberapa hidangan dan bahan makanan yang identik dengan musim ini meliputi:Sanma (Ikan Saury Pasifik): Ikan yang sangat populer saat musim gugur, sering dipanggang dan dinikmati.Kuri (Kastanye): Digunakan dalam berbagai manisan atau dimasak bersama nasi (kuri gohan).Matsutake (Jamur Matsutake): Jamur mahal dan aromatik yang sangat dihargai, sering disajikan dalam sup atau sebagai pelengkap nasi.Kabocha (Labu Jepang) dan Imo (Ubi Jalar): Makanan pokok yang lezat dan bergizi selama musim dingin.Aki Matsuri adalah perpaduan unik antara spiritualitas, tradisi kuno, seni, dan kegembiraan komunal. Bagi wisatawan, festival ini menawarkan jendela yang mendalam untuk melihat kekayaan budaya Jepang dan cara masyarakat menghormati siklus alam.
Baca Selengkapnya
Bagi siapa pun yang berinteraksi dengan perusahaan atau budaya kerja Jepang, istilah Horenso adalah kata yang pasti akan didengar. Horenso bukan sekadar akronim biasa, melainkan sebuah filosofi komunikasi mendasar yang telah menjadi pilar utama di balik efisiensi, disiplin, dan kesuksesan organisasi di Jepang.Secara harfiah, Horenso (報連相) merupakan singkatan dari tiga kata dalam bahasa Jepang: Hōkoku (Laporan), Renraku (Informasi), dan Sōdan (Konsultasi). Menariknya, pelafalan Horenso juga mirip dengan hōrensō yang berarti bayam dalam bahasa Jepang, yang membuatnya sangat mudah diingat.Definisi dan Tiga Pilar HorensoHorenso adalah sebuah metode komunikasi terstruktur yang memastikan seluruh tim, terutama atasan dan bawahan, berada pada pemahaman yang sama (memiliki informasi yang setara) mengenai status pekerjaan, masalah, atau perubahan.Tiga komponen utama yang membentuk Horenso adalah:1. Hōkoku (報告) – LaporanHōkoku adalah tindakan melaporkan progres, hasil, atau status pekerjaan kepada atasan atau manajer secara formal.Kapan Dilakukan: Segera setelah pekerjaan selesai, mencapai tahap penting (milestone), terjadi kesalahan, atau ada masalah tak terduga.Fokus: Laporan harus didasarkan pada fakta dan data (bukan opini atau asumsi). Ini termasuk detail tentang apa yang telah dilakukan, kesulitan apa yang dihadapi, dan kapan pekerjaan diperkirakan selesai.Penting: Laporan rutin memungkinkan atasan untuk memantau, mencegah masalah sejak dini, dan mengambil keputusan yang berdasar.2. Renraku (連絡) – InformasiRenraku adalah tindakan menginformasikan atau mengomunikasikan hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan kepada rekan kerja atau anggota tim yang relevan. Komunikasi ini cenderung lebih cepat dan informal dibandingkan Hōkoku.Kapan Dilakukan: Saat ada perubahan jadwal meeting, perubahan lokasi, pemberitahuan mendadak, atau ketika ada update yang memengaruhi pekerjaan orang lain.Fokus: Menyampaikan fakta secepat mungkin agar semua orang yang terlibat memiliki informasi terbaru dan dapat menyesuaikan tindakan mereka.Penting: Renraku sangat krusial untuk koordinasi tim dan meminimalkan risiko kekacauan atau kesalahpahaman.3. Sōdan (相談) – KonsultasiSōdan adalah proses berdiskusi atau berkonsultasi dengan atasan atau senior untuk meminta nasihat, panduan, atau mencari solusi atas masalah yang dihadapi.Kapan Dilakukan: Ketika Anda merasa buntu, tidak yakin harus mengambil keputusan apa, atau ketika masalah yang dihadapi berada di luar wewenang Anda.Fokus: Konsultasi adalah kesempatan untuk mendapatkan perspektif dari yang lebih berpengalaman. Bawahan harus datang dengan data yang jelas, menyampaikan kesulitan, dan bahkan menyiapkan beberapa opsi solusi.Penting: Melalui Sōdan, keputusan yang diambil menjadi lebih matang, mencegah kesalahan fatal, dan sekaligus menjadi sarana edukasi bagi karyawan junior.Mengapa Horenso Penting dalam Lingkup Kerja?Penerapan Horenso yang konsisten memiliki dampak transformatif pada lingkungan kerja:Meningkatkan Transparansi: Tidak ada informasi yang tersembunyi atau terlewat. Semua orang memiliki akses ke data penting sehingga keputusan dapat dibuat dengan cepat dan tepat.Mencegah Konflik & Kesalahan: Dengan komunikasi yang terbuka dan tepat waktu (terutama Renraku), kesalahpahaman atau tumpang tindih pekerjaan dapat diminimalisir.Mempercepat Penanganan Masalah: Masalah akan diketahui dan ditangani lebih awal (Hōkoku dan Sōdan), mencegah masalah kecil berkembang menjadi krisis besar.Membangun Kepercayaan: Karyawan menunjukkan tanggung jawab dan rasa hormat kepada atasan dengan melaporkan secara teratur, yang pada akhirnya memperkuat hubungan kerja.KesimpulanHorenso bukan hanya budaya, tetapi juga keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh karyawan yang bekerja di lingkungan Jepang. Budaya ini menanamkan etos bahwa setiap individu bertanggung jawab penuh atas pekerjaannya dan memastikan bahwa pekerjaan tersebut tersinkronisasi dengan baik dengan seluruh tim. Dengan menerapkan Hōkoku, Renraku, dan Sōdan, perusahaan dapat mencapai efisiensi maksimal dan memelihara lingkungan kerja yang profesional dan harmonis.👉 Yuk, mulai perjalanan belajar bahasa Jepang Anda bersama LPK Global Partner Bridge !
Baca Selengkapnya
Jepang, yang dikenal sebagai Negeri Matahari Terbit, memiliki keunikan iklim yang membelah tahun menjadi empat musim yang berbeda. Pergantian musim (atau dikenal sebagai shiki) ini tidak hanya memengaruhi suhu dan alam, tetapi juga membentuk budaya, kuliner, dan festival masyarakat Jepang sepanjang tahun.Berikut adalah panduan lengkap untuk mengenal keempat musim yang ada di Jepang:1. Musim Semi (Haru - 春)Periode Waktu: Maret hingga MeiMusim semi adalah waktu yang paling dinanti-nanti di Jepang karena suhu udara mulai menghangat, menandakan berakhirnya musim dingin yang panjang.Ciri Khas: Suhu berangsur-angsur menjadi nyaman dan segar, ideal untuk kegiatan di luar ruangan. Pemandangan paling ikonis adalah mekarnya bunga Sakura (cherry blossom), yang dimulai dari selatan (Okinawa) pada akhir Januari, merambat ke utara hingga puncaknya di Tokyo dan Kyoto pada akhir Maret hingga awal April.Daya Tarik: Masyarakat Jepang melakukan tradisi Hanami (pesta melihat bunga) di bawah pohon sakura bersama keluarga dan rekan kerja. Selain sakura, bunga Ume (plum) juga mekar di awal musim.Aktivitas: Waktu yang ideal untuk memulai perjalanan wisata di seluruh Jepang.2. Musim Panas (Natsu - 夏)Periode Waktu: Juni hingga AgustusMusim panas di Jepang dikenal dengan cuaca yang panas, terik, dan sangat lembap. Musim ini diawali dengan periode Musim Hujan (Tsuyu) yang biasanya terjadi pada bulan Juni.Ciri Khas: Setelah Tsuyu berakhir (sekitar pertengahan Juli), suhu akan melonjak tajam. Udara terasa berat karena kelembapan tinggi, terutama di kota-kota besar.Daya Tarik: Malam hari dihiasi oleh Festival Musim Panas (Natsu Matsuri) yang meriah dan pertunjukan Kembang Api (Hanabi Taikai) yang spektakuler. Masyarakat Jepang juga menikmati aktivitas di pantai dan mencoba mi dingin (sōmen). Agustus adalah waktu populer untuk mendaki Gunung Fuji.Aktivitas: Mengenakan yukata, menghadiri festival lokal, dan mencari tempat-tempat yang lebih sejuk seperti pegunungan atau danau.3. Musim Gugur (Aki - 秋)Periode Waktu: September hingga NovemberMusim gugur sering dianggap sebagai salah satu waktu terbaik untuk mengunjungi Jepang berkat cuacanya yang sejuk dan pemandangan alamnya yang menakjubkan.Ciri Khas: Suhu mulai menurun dan udara menjadi segar. Langit cenderung cerah, meskipun terkadang ada ancaman badai Topan pada awal September. Pemandangan alam didominasi oleh fenomena Kōyō atau daun berubah warna.Daya Tarik: Tradisi Momijigari (berburu daun Momiji atau maple merah) dan daun Ginkgo kuning keemasan. Musim ini juga dikenal sebagai musim panen (Minorinō Aki) dan musim nafsu makan terbaik, dengan banyak kuliner musiman lezat seperti ubi jalar, kuri (kastanye), dan sanma (ikan saury).Aktivitas: Berjalan-jalan santai di taman, hiking di pegunungan untuk menikmati pemandangan Kōyō.4. Musim Dingin (Fuyu - 冬)Periode Waktu: Desember hingga FebruariMusim dingin membawa suhu yang sangat rendah, dan salju menutupi sebagian besar wilayah Jepang, terutama di utara (Hokkaido) dan sepanjang Laut Jepang.Ciri Khas: Suhu udara turun, seringkali di bawah nol derajat Celsius, dan salju turun lebat. Walaupun dingin, hari-hari cenderung cerah di wilayah Pasifik (seperti Tokyo).Daya Tarik: Masyarakat lokal dan wisatawan berbondong-bondong mengunjungi Onsen (pemandian air panas alami) untuk menghangatkan diri. Festival salju terkenal seperti Sapporo Snow Festival di Hokkaido menarik jutaan pengunjung.Aktivitas: Ski, snowboarding, dan menikmati hidangan nabe (hot pot) yang hangat. Persiapan dan perayaan Tahun Baru (Oshōgatsu) juga menjadi momen penting di musim ini.👉 Yuk, mulai perjalanan belajar bahasa Jepang Anda bersama LPK Global Partner Bridge !
Baca Selengkapnya
Bahasa Jepang termasuk salah satu bahasa asing yang semakin populer di Indonesia. Banyak orang tertarik mempelajarinya, baik untuk melanjutkan studi, bekerja di Jepang, atau sekadar hobi karena budaya pop Jepang yang mendunia. Namun, belajar bahasa Jepang bisa terasa menantang bagi pemula, terutama karena perbedaan huruf, tata bahasa, dan cara pengucapannya.Berikut adalah beberapa kiat efektif belajar bahasa Jepang yang bisa Anda coba:1. Kenali dan Kuasai Hiragana serta KatakanaLangkah pertama sebelum memahami tata bahasa Jepang adalah menguasai huruf dasar. Bahasa Jepang memiliki tiga jenis huruf:Hiragana → digunakan untuk kata asli Jepang.Katakana → digunakan untuk kata serapan asing.Kanji → huruf yang berasal dari Tiongkok dan digunakan dalam banyak kata sehari-hari.Dengan menguasai hiragana dan katakana, Anda akan lebih mudah membaca dan menulis kalimat sederhana.2. Gunakan Metode Belajar yang InteraktifAlih-alih hanya menghafal, gunakan media interaktif seperti aplikasi belajar bahasa Jepang, flashcard, atau menonton anime/drama Jepang dengan subtitle. Metode ini membuat belajar terasa lebih menyenangkan dan praktis.3. Latihan Mendengar dan Berbicara Setiap HariBahasa tidak hanya dipelajari lewat buku. Biasakan mendengarkan percakapan asli orang Jepang, misalnya melalui podcast atau lagu Jepang. Jangan ragu untuk mencoba berbicara meski masih terbata-bata, karena latihan adalah kunci utama kelancaran.4. Pahami Tata Bahasa Secara BertahapTata bahasa Jepang memang berbeda dengan bahasa Indonesia, tetapi bukan berarti sulit dipahami. Mulailah dari struktur kalimat sederhana (subjek – objek – predikat), lalu tingkatkan secara bertahap. Belajar dengan guru atau mentor berpengalaman juga bisa mempercepat pemahaman.5. Konsisten dan Tentukan Tujuan BelajarApapun metode yang digunakan, konsistensi adalah kunci. Tentukan tujuan belajar sejak awal, apakah untuk pekerjaan, ujian JLPT, atau hanya sekadar hobi. Dengan tujuan yang jelas, motivasi akan lebih terjaga.PenutupBelajar bahasa Jepang memang membutuhkan usaha, tetapi hasilnya akan sangat bermanfaat. Anda tidak hanya bisa membuka peluang karier lebih luas, tetapi juga memahami budaya Jepang dengan lebih mendalam.Sedang mencari tempat kursus bahasa Jepang yang terpercaya?LPK Global Partner Bridge hadir untuk membantu Anda belajar bahasa Jepang secara efektif dengan pengajar berpengalaman. Selain bahasa, Anda juga akan mendapatkan pembekalan untuk studi maupun karier di Jepang.👉 Yuk, mulai perjalanan belajar bahasa Jepang Anda bersama LPK Global Partner Bridge!
Baca Selengkapnya
Bekerja di Jepang menjadi impian banyak orang Indonesia, terutama karena Jepang dikenal sebagai negara maju dengan etos kerja yang tinggi. Namun, sebelum terjun langsung ke dunia kerja di Negeri Sakura, penting untuk memahami perbedaan budaya kerja antara Jepang dan Indonesia. Dengan begitu, Anda bisa lebih siap beradaptasi.Berikut adalah beberapa perbedaan utama budaya kerja Jepang dan Indonesia:1. Etos Kerja dan DisiplinDi Jepang, disiplin waktu adalah hal mutlak. Karyawan dituntut hadir tepat waktu, bahkan lebih awal, sebagai bentuk penghargaan terhadap perusahaan. Sementara di Indonesia, budaya kerja masih relatif fleksibel dalam hal waktu, meski kini mulai banyak perusahaan yang menekankan pentingnya kedisiplinan.2. Loyalitas terhadap PerusahaanKaryawan Jepang umumnya memiliki loyalitas tinggi terhadap perusahaannya. Tidak jarang seseorang bekerja di satu perusahaan sepanjang kariernya. Di Indonesia, loyalitas karyawan juga ada, namun berganti pekerjaan untuk mencari peluang lebih baik merupakan hal yang wajar.3. Pola Kerja TimBudaya kerja di Jepang menekankan kebersamaan dan kerja tim. Keputusan diambil berdasarkan konsensus, sehingga setiap orang merasa bagian dari proses. Di Indonesia, kerja tim juga penting, tetapi masih ada kecenderungan keputusan dibuat oleh atasan atau manajemen.4. Jam KerjaJepang dikenal dengan jam kerja yang panjang, bahkan sering kali karyawan lembur hingga larut malam. Walaupun belakangan pemerintah Jepang mendorong konsep “work-life balance”, budaya lembur masih cukup kuat. Sementara di Indonesia, jam kerja cenderung lebih seimbang, meski ada sektor tertentu yang menuntut lembur.5. Hierarki dan KomunikasiDi Jepang, struktur hierarki dalam perusahaan sangat jelas. Komunikasi formal dan penuh sopan santun menjadi keharusan. Di Indonesia, hierarki juga dihormati, namun gaya komunikasi biasanya lebih santai dan tidak seformal di Jepang.KesimpulanPerbedaan budaya kerja Jepang dan Indonesia menunjukkan bahwa bekerja di Jepang membutuhkan kesiapan mental, fisik, dan adaptasi budaya. Dengan memahami perbedaan ini, calon tenaga kerja asal Indonesia bisa lebih cepat menyesuaikan diri sehingga karier di Jepang dapat berjalan lancar.Ingin bekerja di Jepang tapi khawatir tidak siap menghadapi perbedaan budaya kerja?LPK Global Partner Bridge siap membantu Anda mempersiapkan bahasa, mental, dan pemahaman budaya kerja Jepang. Dengan bimbingan profesional, Anda bisa lebih percaya diri menghadapi dunia kerja di Negeri Sakura.👉 Mulailah perjalanan karier Anda bersama LPK Global Partner Bridge sekarang juga!
Baca Selengkapnya
Bagi masyarakat Indonesia yang ingin bekerja di Jepang, istilah SSW (Specified Skilled Worker) atau Tokutei Ginou (特定技能) mungkin sudah sering terdengar. Program ini dibuka oleh Pemerintah Jepang sejak April 2019 untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja asing pada sektor-sektor tertentu. Lalu, apa sebenarnya SSW itu, dan bagaimana peluangnya bagi pekerja Indonesia?Pengertian SSW / Tokutei GinouSSW (Specified Skilled Worker) atau dalam bahasa Jepang disebut Tokutei Ginou adalah status izin tinggal (visa kerja) yang memungkinkan tenaga asing bekerja di Jepang pada sektor yang mengalami kekurangan tenaga kerja.Program ini dibuat sebagai solusi jangka panjang Jepang dalam menghadapi penurunan jumlah tenaga kerja akibat populasi yang menua dan menurun.Jenis dan Level SSWSSW terbagi menjadi dua kategori:SSW (i) – Tokutei Ginou 1-gouBerlaku untuk 12 sektor industri, seperti perawatan lansia, konstruksi, manufaktur, pertanian, perikanan, perhotelan, dan lainnya.Masa tinggal: maksimal 5 tahun.Tidak boleh membawa keluarga.SSW (ii) – Tokutei Ginou 2-gouBerlaku untuk sektor yang lebih terbatas, saat ini terutama konstruksi dan perkapalan.Masa tinggal: bisa diperpanjang tanpa batas waktu.Dapat membawa keluarga.Syarat Utama Mengikuti SSWUntuk bisa mendapatkan visa SSW, calon pekerja harus memenuhi beberapa syarat utama, antara lain:Lulus ujian keterampilan sesuai bidang pekerjaan yang dituju.Lulus ujian bahasa Jepang minimal level JLPT N4 atau JFT Basic A2.Memiliki kondisi fisik dan mental yang sehat.Tidak sedang terkena blacklist imigrasi Jepang.Keuntungan Program SSWBekerja langsung dengan kontrak resmi dari perusahaan Jepang.Gaji dan hak kerja setara dengan pekerja Jepang pada bidang yang sama.Mendapatkan pengalaman kerja internasional yang sangat berharga.Peluang untuk melanjutkan ke Tokutei Ginou 2-gou atau jalur lain yang memungkinkan tinggal lebih lama di Jepang.KesimpulanProgram SSW / Tokutei Ginou adalah peluang emas bagi tenaga kerja Indonesia yang ingin bekerja di Jepang secara legal dan mendapatkan pengalaman berharga. Dengan persiapan bahasa, keterampilan, dan dokumen yang lengkap, kesempatan untuk lolos sangat terbuka.Ingin Belajar Bahasa dan Budaya Jepang?Persiapan ke Jepang bukan hanya soal dokumen, tapi juga kemampuan bahasa dan budaya kerja.Bergabunglah bersama LPK Global Partner Bridge, lembaga pelatihan resmi yang siap membimbing Anda dari nol hingga siap berangkat ke Jepang.👉 Daftar sekarang dan raih masa depan gemilang di Negeri Sakura!
Baca Selengkapnya
Lembaga pelatihan kerja di jepang, sekolah bahasa jepang, lembaga pengirim program kerja di jepang yang berlokasi di Sukabumi.
© 2024 LPK Global Partner Bridge. All rights reserved.









